Kumpulan Puisi - Books
34 Books found
KATA-KATA EPISODE 2
Authors: Makmur HM
Sebaiknya aku berhenti berfikir bahwa yang kutulis ini adalah sebuah buku. Mungkin lebih pantas jika kukatakan bahwa aku sedang membangun sebuah rumah. Ya!, rumah tinggal untuk 'Kata-kata'-ku.
TERPENJARA DI NEGERI SENDIRI
Authors: Lasinta Ari Nendra dkk
hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’man nashir1 telah tiba saat di mana sejengkal tanah harus ditebus dengan tumpahan darah sebab wajah-wajah perompak mulai kelihatan berlagak
SAJAK-SAJAK WAJAH GARAM | AKHMAD NURHADI
Authors: Akhmad Nurhadi Moekri
AKHMAD NURHADI MOEKRI dilahirkan pada 16 November 1954 di kota Pudak, Gresik. Terbawa tugas dinasnya sebagai guru, ia pindah ke Sumenep sejak 1978.
SALJU DI SINGGALANG
Authors: Refdinal Muzan
“Sajak-sajak Refdinal Muzan akan membawa kita berkelana dari kata ke kata; tiap larik tiap diksi. Sajak yang berasal dari hati yang dilaungkan untuk berdiam dalam hati pembacanya, Sajak-sajak dalam buku ini bisa jadi penghormatan penyair terhadap kemanisan kata yang bermadu-madu.” (Denni Meilizon, Penyair dan Penggiat Literasi)
SAJAK-SAJAK ADOLE ANM
Authors: Akhmad Nurhadi Moekri
AKHMAD NURHADI MOEKRI, dilahirkan pada 16 Nopember 1954 di kota Pudak, Gresik. Terbawa tugas dinasnya sebagai guru, ia pindah ke Sumenep sejak 1978.
DAUN-DAUN SURGA
Authors: Denni Meilizon , Bambang Irianto
“Buku Puisi Daun-Daun Surga oleh duo penyair; Denni Meilizon dan Bambang Irianto, yang berasal dari bagian utara Sumatera Barat ini, bisa kita simak untuk mempelajari daya ungkapnya masing-masing, mana yang lebih kuat di antaranya.
REMBANG DENDANG
Authors: Denni Meilizon
Tabuh bait, syair berserat Seonggok luka dirogoh masa Kembang merekah, lembar merebah Separau pekik kusam melentik Dibungkus sayang, rembang berdendang
SUARA-SUARA YANG MENGAPUNG
Authors: Agus Kindi , Shinja Tsaqib , Cak Muh
Perjalanan kelana hati dan sebuah rasa. Mampu menaburi jalan dengan cerita panjang. Jalan menuju-Nya atau penyesalan telah meninggalkan-Nya.
KETIKA WANITA BICARA
Authors: Lintang Panjer Sore , Tiana Hidayat
“Kupuja cinta bersama mimpi Laila Majnun Namun tak ingin larut di kedalaman cintamu Dapatkah kau bijaksana laksana Lukman?